Fasilitas Pengelolaan Sampah Terpadu Dibangun Di Labuan Bajo

Labuan Bajo SuluIndonesianews.com – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengatakan pemerintah telah membangun fasilitas pengelolaan sampah terpadu guna mengatasi produksi sampah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur yang mencapai 13 ton/hari.

Demikian dikatakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya pada acara pucak Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang berlangsung di Kawasan TPI Baru Kampung Ujung Labuan Bajo,seperti dalam penjelasan tertulis Kepala Sub Bagian Pelayanan Kemasyarakatan dan Hubungan Kelembagaan Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Frans Tiran, Jumat (6/3/2020).

“Pemerintah sudah bangun pusat pengelolaan sampah terpadu dalam mengatasi sampah di Labuan Bajo,”tegas Siti Nurbaya.

Ia mengatakan, tempat pengelolaan sampah terpadu mampu memberikan pengaruh sampah sebesar 10 ton/hari dengan prinsip pemilihan dan pengurangan sampah pada sumber.

Menurut dia, guna mendukung fasilitas tempat pengelolaan sampah terpadu pemerintah pusat juga memberikan bantuan sarana kendaraan motor pengangkut sampah sebanyak delapan unit dan 60 unit tempat sampah tematik guna mengatasi persoalan sampah di Labuan Bajo.

Dikatakannya, pengelolaan sampah di Labuan Bajo menunjukkan masih terdapat kelemahan dalam pengelolaannya.

Untuk itu pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kata Situ Nurbaya, telah melakukan langkah detasering bantuan pembinaan dari KLHK kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat sejak Februari-Juli 2020 melalui pendampingan penyusunan Jakstrada, edukasi pengelolaan sampah di Pusat Daur Ulang (PDU) dan bank sampah.

Selain itu kata dia, pemberian 40.000 bibit tanaman, pemasangan jaring penangkap sampah (trash boom) di beberapa muara sungai dan aksi bersih pungut sampah di pantai dan laut Labuan Bajo.

Dikatakan Siti Nurbaya, tujuan kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional 2020 yakni,mengajak seluruh pihak mewujudkan kesamaan langkah dan kepedulian, sehingga diharapkan momentum HPSN 2020 yang berlangsung di Labuan Bajo bisa menjadi katalis dan medium sinergi nasional untuk meningkatkan dampak positif dan peningkatan kualitas pengelolaan sampah di Indonesia.

Dalam pelaksaan HPSN sekitar 10.000 orang peserta dari berbagai kalangan melakukan kegiatan bakti sosial untuk membersihkan sampah sepanjang pesisir pantai Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Turut serta dalam kegiatan itu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Panjaitan dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan,Siti Nurbaya, Wakil Gubernur NTT, Josef A Nae Soi, Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dulla.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Panjaitan saat membuka kegiatan HPSN 2020 yang berlangsung di Labuan Bajo mengatakan,masalah sampah harus di jadikan musuh bersama yang harus segera di perangi oleh seluruh warga di kabupaten ujung barat pulau Flores ini.

“Kami berharap agar para tokoh agama untuk terus mengingatkan umatnya bahwa sampah adalah musuh bersama yang harus segera di atasi di daerah ini,” kata Luhut.

Luhut juga meminta dalam kotbah-kotbah para tokoh agama di Masjid,Gereja dan Pura agar katakan bahwa sampah adalah musuh bersama yang harus di perangi secara bersama.

Ia berharap kegiatan membersihkan sampah di pesisir pantai Labuan Bajo yang telah ditetapkan sebagai kawasan wisata super premium tidak berhenti pada kegiatan seperti ini.

“Saya minta jangan hanya hari ini kita bersihkan sampah.Tolong bapak Gubernur,Bupati dan Wakil Bupati untuk selalu mengecek secara terus menerus kebersihan kawasan pantai ini. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *