Gemerlap Tenun Ikat Karya Bunda Julie di Grandfinal PPI 2020

” Ada beragam cerita yang tersisa dari balik panggung spektakuler nan megah itu. Salah satunya, penampilan para finalis Puteri Indonesia yang mengangkat tema seputar tenun NTT “

Kupang, SuluIndonesianews.com – Wisata Premium dan Sentuhan Bunda Julie dalam menata pesona tenun ikat khas Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah membahana hingga belahan dunia pada Malam grandfinal Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) tahun 2020 yang digelar Jumat (6/3) malam di Labuan Bajo, telah selesai.

Ada beragam cerita yang tersisa dari balik panggung spektakuler nan megah itu. Salah satunya, penampilan para finalis Puteri Indonesia yang mengangkat tema seputar tenun NTT.

Seorang Choky Sitohang, Master of Ceremony (MC) kawakan ini dengan lantang menyebut Provinsi NTT menjadi salah satu sponsor dalam ajang Pemilihan Putri Indonesia tahun 2020.

Sebab, Pemilihan Puteri Indonesia 2020 menjadi channel yang tepat untuk lebih mempromosikan NTT, khususnya Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) yang masuk dalam lima destinasi prioritas pariwisata di era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Bahkan, byline di layar SCTV pun dengan terang menulis bahwa Provinsi NTT sebagai sponsor acara bergengsi tersebut.

Pemilihan Puteri Indonesia 2020 yang diselenggarakan Yayasan Puteri Indonesia itu, mengusung tema Colorful East Nusa Tenggara. Sejalan dengan tema itu, 39 Finalis Puteri Indonesia dari 34 Provinsi berkumpul di Labuan Bajo, Kabupaten Mabar, Provinsi NTT, untuk menjalani masa pra karantina, mulai Minggu hingga Senin, 23-24 Februari 2020.

“Kita pilih NTT, khususnya Labuan Bajo, karena wilayah di ujung barat Pulau Flores itu masuk dalam lima destinasi prioritas pemerintahan Jokowi. Pemilihan Puteri Indonesia 2020 menjadi channel yang tepat untuk lebih mempromosikan NTT,” tutur Mega Angkasa, Kepala Bidang Komunikasi Yayasan Puteri Indonesia kepada wartawan melalui video call dalam jumpa pers di Media Center, Gedung Sasando, Kupang, Jumat (21/2/2020).

Sebelumnya, Yayasan Puteri Indonesia Mustika Ratu telah melakukan shooting video opening Puteri Indonesia 2020 dari tanggal 13-15 Februari 2020. Ada beberapa spot yang dikunjungi oleh tiga finalis Puteri Indonesia 2019 untuk video tersebut. Ketiga lokasi tersebut yakni Pulau Rinca, Padar, Pink Beach, Bukit Amelia di Desa Melo dan sekitar dermaga. “Selanjutnya kami bersama Kementerian Pariwita dan Ekonomi kreatif akan melakukan pra karantina dan mendatangkan 39 finalis Puteri Indonesia dari 34 Provinsi selama dua hari,” kata Mega.

Menurut Mega, ada beberapa agenda kegiatan selama masa pra karantina. Pada hari pertama melakukan foto shoot seluruh peserta di sekitar Hotel Inaya Bay dengan menampilkan kain-kain tenun khas NTT. Pada malamnya diadakan gala dinner.

Sedangkan di hari kedua, dilakukan kunjungan untuk mendekatkan para finalis dengan masyarakat setempat. “Mereka dibagi dalam tiga grup,” kata dia.

Ada yang melakukan pertemuan dengan anak-anak SD, mengunjungi tempat pelelangan ikan, menyambangi Panti Asuhan di daerah Binongko, berkunjung ke Desa Melo dan Batu Cermin, serta ke Pulau Rinca. “Menjelang sore, seluruh peserta kembali ke Jakarta,” ujar Mega.

Berbagai kegiatan tersebut, sambung Mega, diharapkan dapat semakin mempromosikan Labuan Bajo dan NTT. Mega juga mengapresiasi dukungan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan istri, Julie Sutrisno Laiskodat. “Dukungan ini puncaknya pada malam grandfinal pemilihan Puteri Indonesia pada 6 Maret 2020,” kata Mega.

Sebab, menurut Mega, mulai dari acara pembukaan grandfinal, top 11, top 6, sampai top 3, semua peserta menggunakan sentuhan kain tenun NTT. “Bahkan Miss Universe menggunakan kostum tenun NTT. Untuk utusan Puteri Indonesia 2020 di perlombaan Miss Universe, nasional kostumnya juga dari kain tenun NTT,” kata Mega.

Wisata Super Premium
Presiden Jokowi telah mencanangkan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium. Artinya, segmentasi pasarnya tidak dicampur aduk. Dan, pembangunan pariwisata di sana pun dikebut dan dimaksimalkan supaya membuat turis nyaman dan jadi ladang devisa besar untuk negara.

Namun justru hal tersebut membuat kerisauan khususnya bagi warga lokal di Labuan Bajo dan Pulau Komodo. Mereka gusar, kalau Labuan Bajo jadi super premium, bisa jadi nanti turis yang datang malah sedikit. Namun Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama angkat bicara dan menjelaskan lebih mendalam soal Labuan Bajo menjadi destinasi wisata super premium.

Pertama, dia meminta masyarakat untuk tidak melihatnya setengah-setengah. “Untuk wisata super premium ini, jangan lihat setengah-setengah. Kita harus lihat secara utuh, apa sih yang pemerintah rencanakan, bagaimana strateginya, serta ke depannya seperti apa,” terang Wishnutama kepada pers.

“Yang pasti tujuan dijadikannya Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium adalah untuk kesejahteraan masyarakat, devisa negara, dan untuk menjaga alam,” tambah dia.

Wishnutama menjelaskan, berbagai hasil kerajinan atau suvenir serta ragam festival budaya di sektor ekonomi dan kreatif akan lebih dipoles dan diberikan nilai tambah. Supaya, menjadi daya tarik yang lebih memukau wisatawan.

“Sektor-sektor ekonomi kreatif di sana dari suvenir sampai festival nanti kita poles. Malah kita punya rencana, menjadikan Labuan Bajo sebagai pusat ekonomi kreatif di NTT,” kata Wishnutama. Artinya, “Kalau souvenirnya ada nilai tambah, pasti turis akan lebih banyak yang beli bukan?” tambahnya.

Wishnutama juga menjabarkan pemerintah sedang membangun fasilitas penunjang pariwisata di Labuan Bajo secara besar-besaran. Landasan pacu bandaranya diperpanjang, supaya pesawat wide body bisa mendarat. Pelabuhan juga dikelola, agar kapal-kapal yacht bisa datang dengan mudah.

“Apalagi kita sudah mengundang investor untuk pembangunan hotel dan lainnya. Kita sedang membangun pariwisata di Labuan Bajo,” kata Wishnutama.

Tapi, warga lokal khususnya pelaku wisata ada yang risau karena label ‘super premium’ pada Labuan Bajo. Dengan label tersebut, ditakutkan malah sedikit turis yang datang. “Lho tentu tidak, justru apa yang kita lakukan dengan pembangunan pariwisata, malah makin memudahkan turis yang datang. Nanti pesawat wide body (berbadan lebar) bisa mendarat. Dari pelabuhan, turis naik yacht banyak yang datang. Justru sekali lagi, turis makin mudah dan banyak yang datang,” paparnya.

Wishnutama menegaskan, dijadikannya Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium, artinya membuat turis yang datang ke sana adalah turis-turis yang berkualitas. Turis-turis yang berkualitas akan membuat sektor perekonomian setempat jadi lebih meningkat.

“Saya tekankan, masyarakat jangan khawatir. Dengan pembangunan pariwisata di Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium, malah makin banyak turis yang datang dan turis-turisnya itu yang berkualitas,” tuturnya.

Gubernur VBL pun sempat menyebutkan bahwa Labuan Bajo dirancang untuk menjadi destinasi wisata kelas premium. Artinya, wisatawan atau turis asing yang berkantong tebal saja yang disarankan mengunjungi Labuan Bajo. Sementara yang berkantong tipis tidak dianjurkan datang dan berkunjung ke NTT.

Akan tetapi, lanjut Gubernur VBL, Labuan Bajo menjadi destinasi wisata super premium telah diputuskan melalui kewenangan konkuren agar pengelolaan Taman Nasional Komodo (TNK) dilaksanakan secara bersama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dan Pemerintah Provinsi NTT.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan NTT, Lydia Kurniawati Christyana, mengatakan, ungkapan Gubernur NTT itu sebetulnya untuk menarik wisatawan asing datang ke NTT, terutama yang berkantong tebal sehingga mampu menggerakkan ekonomi sekitar.

“Pak Gubernur memang statement-nya selalu menohok. Mungkin itu salah satu jawaban dia bahwa banyak lho potensi wisata di Labuan Bajo. Karena itu, pemerintah sangat memikirkan bagaimana sarana prasarana diperbaiki terlebih dahulu,” kata Lydia Kurniawati Christyana di Labuan Bajo, Jumat (15/11/2019).

Gaun Cantik Tenun NTT

Julie Sutrisno Laiskodat, Ketua Dekranasda NTT menyebut pihaknya seakan kejatuhan bintang ketika penampilan para finalis Puteri Indonesia yang mengangkat tema tenun NTT. Bagi Bunda Julie, karya para penenun NTT yang selama ini dianggap benda biasa, bisa dipakai oleh para finalis hingga tiga ratu dunia; Miss Universe 2020 Zozibini Tunzi, Miss International 2019 Leeamrawat Sireethorn, dan Miss Supranational 2019 Anntonia Porsild. Luar biasa!

“Kami tidak pernah nyangka tenun NTT bisa dikenakan ketiga wanita cantik ini,” ucap Bunda Julie. Ia juga senang para desainer lokal bersedia menggunakan bahan tenun NTT yang kaya motif. Salah satunya mengangkat motif tenun NTT dari Timor Tengah Selatan (TTS) yang dimanfaatkan desainer Eko Chandra untuk mempercantik seluruh finalis dalam tahap perkenalan.

Gaun tersebut terlihat menarik perhatian lantaran didominasi warna merah. Potongan kain tenun berwarna senada membuat tampilan keseluruhan menjadi lebih cantik. “Saya larang motifnya diubah karena filosofinya itu yang jadi nilai jualnya. Kalau warna, ada yang suka warna cerah, ada warna alam, jadi mainannya di situ,” kata Bunda Julie.

Selain Eko Tjandra, ada pula desainer Defrico Audy yang bertanggung jawab atas penampilan 11 besar finalis Puteri Indonesia. Berbeda dengan tampilan sebelumnya yang cerah, ia menghadirkan gaya elegan lewat deretan gaun bernuansa keemasan.

Meski tipe warna kulit para finalis beragam, gaun tersebut bisa menampilkan aura maksimal dari masing-masing kontestan. Termasuk di antaranya gaun yang dikenakan oleh wakil dari Papua Barat, Hivanly Salawane Leha, yang membiarkan rambut keriting panjangnya tergerai bebas.

Sementara, para kontestan di babak enam besar mengenakan gaun rancangan Diana M Putri. Desainer asal Surabaya itu memilih nuansa keperakan dalam sesi tersebut. Aura yang ditampilkan sontak berubah, terkesan lebih kalem meski tetap anggun. Apalagi, seluruh peserta membiarkan rambut panjangnya tergerai.

Dalam babak final alias tiga besar, desainer Intan Avantie-lah yang bertugas mendandani para finalis terpilih. Jihane Almira Chedid, Putu Ayu Saraswati, dan Rr Ayu Maulida Putri terlihat cantik dan anggun dalam balutan kebaya modern dengan sentuhan warna keemasan.

“Saya bisa bilang tidak ada kata-kata, hanya air mata saja. Mimpi pun tidak pernah dapat. Penenun di desa tidak pernah sangka,” kata Julie.

Bunda Julie yang kini telah resmi menjadi Anggota DPR RI dari Partai NasDem mengganti posisi Jhony G Plate (yang kini menjadi Menkoinfo) menambahkan, dengan memakai tenun NTT, berarti tenun NTT sudah dilihat bukan hanya di Indonesia tetapi oleh dunia.

Saya berharap mama-mama penenun terus semangat dan bisa meningkatkan perekonomian keluarga melalui tenun. Saya juga mengucapkan terima kasih untuk seluruh masyarakat NTT yang sudah mendoakan dan mendukung selalu anak-anak kita yang mewakili NTT selama ini, jelas Julie Laiskodat.

Kita semua tentu berharap agar dengan menjadikan pariwisata sebagai prime mover pembangunan ekonomi di Provinsi NTT dapat memutus mata rantai kemiskinan dan keterbelakangan yang masih mendera masyarakat NTT. Sehingga semangat NTT Bangkit, NTT Sejahtera dapat diraih-gapai bersama seluruh stake holders (pemangku kepentingan) yang ada di daerah ini.

Jangan biarkan Gubernur VBL dan Bunda Julie bekerja sendiri. Mari kita dukung mereka dengan aneka profesi yang kita sandang. NTT tidak miskin. NTT memiliki banyak potensi yang senantiasa mendatangkan nilai ekonomis bagi hidup dan kehidupan. Asal kita mau bekerja dengan berbagai terobosan. Bekerjalah seolah-olah kita sedang jatuh cinta. Tinggalkan karya yang berbeda dan membuat kita terus dikenang, Itulah ciri manusia konsepsional. Karyanya senantiasa hidup dan menjadi pembicaraan di setiap momentum. (Advetorial/Kerjasama Biro Humas dan Protokol Sedta Provinsi NTT dengan Media SuluIndonesianews.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *