Gubernur Viktor Laiskodat Mengapresiasi Tokoh Agama di NTT Mencegah Corona

“Pemerintah NTT mengapresiasi kesigapan tokoh-tokoh agama yang ikut membantu pemerintah dalam mencegah adanya penyeberan virus Corona di NTT” Marius Jelamu

Kupang, SuluIndonesianews.com – Pemerintah Nusa Tenggara Timur mengapresiasi terhadap lembaga keagamaan di daerah ini yang memilih meniadakan kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak umat dalam mencegah penyebaran virus COVID-19.

“Kami mengapresiasi terhadap kebijakan para para pimpinan keagamaan di NTT yang memilih meniadakan perayaan misa, ibadah dan shalat di Masjid dalam mencegah penyebaran virus COVID-19 di NTT,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Jelamu kepada wartawan di Kupang, Sabtu (21/3/2020).

Marius mengatakan hal itu terkait adanya keputusan para tokoh agama di NTT untuk meniadakan misa dan ibadah Minggu (22/3/2020) di berbagai gereja di Kota Kupang.

Ia mengatakan, pemerintah membutuhkan dukungan tokoh-tokoh agama dalam membantu pemerintah mencegah penyebaran virus COVID-19 melalui pembatasan kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak umat.

“Kami berterimah kasih kepada pimpinan Keuskupan di NTT, Gereja Masehi Injili Timor (GMIT, MUI serta Hindu yang telah mengambil keputusan untuk meniadakan kegiatan keagamaan dalam beberapa pekan kedepan dalam mengantisipasi penyebaran virus COVID-19,” kata Marius.

Dia berharap umat beragama di NTT dapat melakukan kegiatan berdoa dalam rumah selama beberapa pekan kedepan.

“Apabila kita melakukan isolasi diri secara total selama dua pekan kedepan maka kita bisa memutuskan mata rantai penyebaran virus COVID-19 di NTT,”tegasnya.

Ia meminta para pimpinan agama di provinsi berbasis kepulauan ini untuk terus mendorong umat beragama agar membatasi kegiatan di luar rumah seperti mendatangi mall, bioskop dan fasilitas umum yang memungkinkan adanya penyebaran COVID-19, sekalipun di NTT belum ditemukan adanya kasus positif COVID-19.

Sementara itu Vikjen Keuskupan Agung Kupang, RD Gerardus Duka, Pr mengatakan dalam mencegah penyebaran virus CIVID-19 maka selurug gereja Katolik di wilayah Keuskupan Agung Kupang tidak melakukan kegiatan misa mingguan, jalan salib dan katakese kelompok.

“Serangan virus Covid-19 ini bukan bersufat lokal tetapi telah menjangkiti seluruh masyarakat dunia sehingga menjadi keprihatinan Gereja sehingga memutuksan untuk meniadakan semua kegiatan kegamaan dengan mengumpulkan umat yang banyak dalam mencegah penyebaran COVID-19 di daerah ini,”tegas RD Gerardus Duka. (adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *