Mantan anggota TNI Di Kupang Tewas Dibunuh Pada Malam Tahun Baru

Oelamasi, SuluIndonesianews.com – Mantan anggota TNI AD Pedro da Costa (60) tewas dibunuh Joao da Costa alias Arjun (31) seorang tukang ojek di ruas jalan Bendungan Raknamo, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang,Rabu (1/1/2020) pukul 00.10 wita.

Kapolres Kupang, AKBP Aldinan RHJ Manurung melalui Kasat Reskrim, Iptu Simson Amalo dalam keteranganya yang diperoleh wartawan di Kupang mengatakan, korban Pedro da Costa merupakan warga RT 18/RW 07, Desa Manusak dibunuh oleh tersangka Joao da Costa alias Arjun (31).

Menurut dia, kasus pembunuhan terhadap mantan anggota TNI AD asal Timor Leste itu berawal ketika dua orang pemuda berboncengan dengan sepeda motor dan sampai di tempat kejadian perkara (TKP) kemudian gas-gas sepeda motor dan mengeluarkan kata-kata ancaman sambil membawah anak panah berbentuk katapel.

Pada saat itu tersangka Joao da Costa yang sedang minum alkohol jenis sopi merasa tersingung dengan aksi kedua pemuda itu, lalu mengambil parang dan mendatangi kedua pemuda dan memotong bagian depan sepeda motor yang ditumpangi kedua pemuda itu.

Sejumlah warga yang berada di lokasi kejadian kata Kasat Reskrim Simson Amalo, sempat menegur dan merampas parang yang digengam tersangka.

Setelah parangnya diamankan, tersangka kembali ke rumah mengambil parang lalu kembali ke TKP dalam situasi yang gelap pelaku mengayunkan parang dan mengenai Pedro da Costa.

Tebasan parang pelaku mengenai bagian belakang leher korban sebanyak dua kali hingga korban jatuh bersimbah darah di lokasi kejadian.

Menurut Simson Amalo, korban sempat dilarikan oleh anaknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Oelemasi untuk mendapatkan pertolongan namun dalam perjalanan menuju rumah sakit korban meninggal dunia.

Kasat Reskrim Simson Amalo mengatakan, pihak Kepolisian Polres Kupang, Polda Nusa Tenggara Timur telah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi dan menetapkan Joao da Costa alias Arjun (31) sebagai tersangka.

“Tersangka sudah kami amankan dan saat ini sedang dalam pemeriksaan pihak Kepolisian Polres Kupang,” kata Simson Amalo.

Berdasarkan pengakuan tersangka kata Simson Amalo, korban bukan merupakan target penganiayaan oleh pelaku, karena korban dan tersangka masih memiliki hubungan keluarga dekat dan saat sebelum kejadian sama sama minum alkohol (sopi) untuk merayakan tahun baru 2020. (dede/selvi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *