Mantan Gubernur NTT Kembali Bersaksi di Tipikor

Kupang, SuluIndonesinews.com – Mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya kembali bersaksi dalam persidangan lanjutan terkait kasus dugaan korupsi dana proyek NTT Fair senilai Rp29 miliar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Kupang.

Frans Lebu Raya hadir di persidangan didampingi sejumlah kerabatnya yang juga ikut menyaksikan kasus dugaan korupsi yang saat ini menjadi perhatian publik di NTT.

Mantan Gubernur NTT dua periode itu diajukan oleh jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi NTT untuk menjadi saksi dalam kasus tersebut.

Selain mantan Gubernur NTT itu jaksa penuntut umum juga menghadirkan terdakwa Hamden Puri (Direktur Utama PT Cipta Eka Puri).

Hamden adalah pemenang dan kontraktor pelaksana proyek pembangunan kawasan pameran NTT Fair senilai Rp29 miliar yang berlokasi di Bimoku, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, NTT.

Sidang perkara dengan Nomor 40/Pid Sus – TPK/2019/PN Kpg itu sudah berlangsung sejak pukul 09.00 Wita di ruang sidang yang dipimpin oleh Johnson Mira Mangie.

Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya sempat menjadi saksi dalam sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi pada hari Senin (11/11) lalu. Dalam sidang tersebut, dia membantah menerima uang atau fee dari proyek NTT Fair.

Sementara itu, mantan Kadis Perumahan Rakyat Provinsi NTT periode 2013-2018 Yuli Afra yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi proyek NTT Fair mengaku bahwa mantan gubernur NTT Frans Lebu Raya tidak pernah mengarahkan dirinya untuk memenangkan kontraktor tertentu.

“Pak Frans Lebu Raya tidak pernah mengarahkan saya untuk memenangkan PT Cipta Eka Puri dalam pelelangan proyek NTT Fair,” katanya menjawab Hakim Ketua Djonson Miramangie dalam sidang lanjutan dengan agenda sidang mendengarkan keterangan terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Kupang, Jumat (15/11).

Yuli bahkan menjelaskan, kontraktor yang bersangkutan juga baru dikenal saat penandatanganan kontrak. Sementara pihak lain yang turut sebagai saksi seperti Linda dan Lee tidak dikenal dalam urusan pekerjaan ini.

Pada kesempatan yang sama Yuli Afra juga mengatakan, dirinya tidak ingat persis berapa nominal uang yang dikasih sebagai fee ke Frans Lebu Raya. Mantan Kadis PUPR ini hanya bisa mengasumsi bahwa yang diberikan mencapai Rp100 jutaan lebih. (din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *