Refolusi 5P Bangkitkan Pariwisata Kabupaten Kupang

Oelamasi, Suluindonesianews.com – Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur memiliki 40 destinasi wisata yang menakjubkan yang menarik untuk dikunjungi wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

Hal itulah yang mendorong Bupati Kupang, Korinus Masneno dan Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe menetapkan program revolusi 5P sebagai pijakan pembangunan Kabupaten Kupang dalam lima tahun yaitu pembangunan bidang Pertanian, Perkebunan, Perikanan dan Kelautan dan sektor pariwisata.

Kabupaten Kupang memiliki surga-surga tersembunyi yang sangat potensial untuk digali dan dikembangkan menjadi destinasi wisata kelas dunia, sehingga dapat memberikan efek ganda yang luas terhadap masyarakat.

Menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan adalah untuk mengangkat citra positif terhadap potensi daerah yang begitu melimpah yang akan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi masyarakat.

“Kabupaten Kupang memiliki 40 destinasi wisata yang sangat indah baik destinasi budaya, wisata alam, dan pantai yang mempesona. Kami akan terus mengenjot sektor pariwisata secara optimal dalam memajukan daerah ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kupang, Pieter CH Sabaneno saat ditemui beberapa waktu lalu.

Pemerintah Kabupaten Kupang, menurut Pieter, segera melakukan penataaan terhadap destinasi-destinasi wisata potensial itu dan akan lebih gencar melakukan promosi setelah sektor pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan sehingga potensi wisata di Kabupaten Kupang lebih mengeliat dan banyak diketahui wisatawan.

“Banyak spot hamparan alam yang indah dan menarik di Kabupaten Kupang untuk dijadikan sebagai tempat wisata pada hari libur, namun kurang promosi sehingga potensi wisata itu tidak diketahui publik,” katanya.

Beberapa lokasi wisata yang potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata menarik di antaranya Pantai Nenas di Kecamatan Sulamu, Pantai Fatukolo, Air Terjun Tesbatan, Danau Nefoko’u di Kecamatan Amarasi.

Bahkan Kabupaten Kupang juga memiliki destinasi wisata kelas dunia seperti kawasan wisata alam Manipo di Kecamatan Amarasi, gunung Fatuleu di Kecamatan Fatuleu Tengah dan berbagai cagar budaya bersejarah.

“Kami akan lebih gencar lagi untuk melakukan promosi karena sektor pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan pemerintah Kabupaten Kupang dalam lima tahun ke depan,” ujar Pieter.

Menurut dia, salah satu destinasi wisata baru di Kabupaten Kupang yaitu adanya Observatorium Timau yang nantinya bisa menjadi destinasi wisata IPTEK bagi kegiatan belajar siswa dari berbagai penjuru Tanah Air.

Bahkan kehadiran Observatorium di pegunungan Timau membuat Kabupaten Kupang semakin mendunia dengan hadirinya berbagai ahli astronomi berdatangan ke Timau untuk melakukan penelitian sehingga pembangunan ekonomi masyarakat ikut mengeliat.

Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe mengatakan pemerintah terus mendorong pembangunan sektor pariwisata karena mampu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

“Pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Kupang sudah semakin berkembang dengan munculnya obyek-obyek wisata baru yang dikelola swasta maupun pemerintah desa,” kata Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe.

Politisi partai Golongan Karya ini mengapresiasi terhadap pihak-pihak swasta yang mulai mengelola sektor wisata di daerah ini, sehingga geliat pembangunan pariwisata di Kabupaten Kupang semakin menggeliat.

Ia menyebutkan objek wisata Sulamanda, Kecamatan Kupang Tengah dan pantai wisata pantai Tup’Afu di Amarasi dan lokasi wisata bunga Matahari di Kupang Timur saat ini semakin ramai dikunjungi wisatawan.

Dikatakannya apabila kunjungan wisatawan terus meningkat ke daerah ini maka pertumbuhan ekonomi masyarakat ikut meningkat.

Sektor pariwisata menurut dia menjadi salah satu sektor yang berkontribusi sangat besar terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat, sehingga Kabupaten Kupang menjadikan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan.

“Kami terus mendorong pemerintah desa yang memiliki potensi wisata untuk memanfaatkan dana desa bangun pariwisata. Dana desa bisa digunakan untuk membangun fasilitas dalam lokasi wisata sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang berkunjung,” tegas Jerry Manafe. (selvi/ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *