Revolusi 5P Kembalikan Kejayaan Kabupaten Kupang Jadi Lumbung Ternak

Kupang, SuluIndonesianews.com – Kabupaten Kupang diproyeksikan sebagai pusat produksi dan budidaya sapi di Nusa Tenggara Timur karena selain masyarakat di daerah ini memang gemar memelihara dan beternak sapi juga untuk menyokong kebutuhan daging dalam rangka program swasembada daging yang telah dicanangkan pemerintah pusat.

Pada 2019 lalu Kabupaten Kupang dibawah kepemimpinan Bupati Korinus Masneno-Jerry Manafe sudah memberikan kontribusi berupa pengiriman sapi potong untuk kebutuhan daging nasional mencapai 17.980 ekor dari kuota sebanyak 18.500 ekor.

Daging sapi dari Kabupaten Kupang memiliki kualitas yang sangat bagus karena pola peternakan yang baik dan didukung dengan ketersediaan pakan hijau yang melimpah.

Pemerintah Kabupaten Kupang, melalui program Refolusi 5P menetapkan sektor peternakan sebagai sektor unggulan guna mempertahankan daerah ini sebagai gudang ternak sapi di Pulau Timor.

Upaya yang dilakukan pemerintah melalui kegiatan kontes ternak yang rutin dilakukan setiap tahun untuk memotivasi peternak agar lebih giat berusaha ternak sehingga produktifitas ternaknya terus meningkat.

Bupati Kupang, Korinus Masneno mengatakan kegiatan kontes ternak dilakukan untuk mendorong meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung program utama Kabupaten Kupang Revolusi 5 P yakni salah satu P nya adalah peternakan.

Ia mengatakan, sektor peternakan dianggap mampu menopang pembangunan ekonomi masyarakat daerah ini.

Sebagai contoh, Bupati Korinus menjelaskan jika masyarakat memelihara 5 ekor sapi yang dibeli dengan harga 5 juta dan dalam 6 bulan berhasil dijual dengan harga 9 juta, maka keuntungan dari penjualan 5 ekor sapi sebanyak 20 juta.

“Dari 20 juta tersebut jika dibelikan beras sudah bisa membeli beras 40 karung besar. Inilah yang disebut memanen beras di puncak gunung,” ungkap Korinus Masneno menyemangati masyarakat peternak.

Gerakan membangun sektor peternakan juga diikuti dengan ketersediaan pakan ternak melalui gerakan menanam lamtoro teramba diseluruh lahan milik warga.

Gerakan menanam lamtoro teramba di 24 kecamatan sebagai langkah strategis dilakukan Bupati Kupang, Korinus Masneno dan Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe untuk mengembalikan kejayaan daerah ini sebagai gudang ternak di NTT dengan target mencapai populasi sebanyak 500 ribu ekor sapi.

Faktor ketersediaan pakan tentu juga menjadi perhatian serius pemerintah Kabupaten Kupang dengan membagikan benih lamtoro secara gratis kepada masyarakat, sehingga ketersediaan pakan ternak yang hijau dan sehat pada saat musim kemarau tetap tersedia bagi kebutuhan pakan ternak.

Gerakan membangun sektor peternakan melalui program Refolusi 5P juga merupakan salah satuh langkah pemerintah Kabupaten Kupang dalam mengikis kemiskinan yang masih membelenggu sebagi warga di daerah itu melalui pembangunan sektor peternakan.

“Apabila peternakan terus berkembang maka masyarakat akan mendapat penambahan penghasilan sehingga tentu jumlah warga miskin juga menjadi berkurang,” kata Korinus Masneno.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang Yacoba Ludjuwara mengatakan dalam mendung program Revolusi 5P khususnya sektor peternakan akan dilakukan pembagian benih lamtoro tarambah serta distribusi bantuan sapi kopel bagi peternak.

Selain itu, 300 bakalan sapi kopel juga siap disebar,sebagai langkah pemerataan kepemilikan ternak sapi bagi masyarakat dibeberapa titik.

“Selain benih taramba, kita juga ada pengadaan 300 ekor sapi kopel untuk kita bagi ke masyarakat.ini upaya kami pemerataan ternak sapi. Kabupaten Kupang sangat potensial untuk peliharaan ternak sapi,” kata Yacoba Ludjuara. (selvi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *